Cirebon, Nusaflow – Tragedi memilukan terjadi di kawasan tambang batu Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Longsor besar yang terjadi pada Kamis sore (29/5) menewaskan sedikitnya 10 orang pekerja tambang dan menyebabkan sejumlah lainnya masih dalam pencarian.
Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, peristiwa terjadi sekitar pukul 16.30 WIB saat para penambang tengah bekerja. Material batu dan tanah longsor secara tiba-tiba, menimbun area kerja dan peralatan berat yang sedang beroperasi.
“Sepuluh korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, sementara kami masih melakukan pencarian terhadap korban lainnya yang diduga masih tertimbun,” ujar Kepala BPBD Jabar, Dicky Saromi, saat konferensi pers Jumat pagi.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, dan relawan, masih berjibaku di lokasi kejadian dengan peralatan berat untuk mengevakuasi sisa korban. Proses pencarian sempat terkendala cuaca buruk dan struktur tanah yang labil, yang meningkatkan risiko longsor susulan.
Pemerintah Kabupaten Cirebon menetapkan status tanggap darurat bencana selama tujuh hari ke depan. Aktivitas penambangan di kawasan tersebut telah dihentikan sementara.
Hingga saat ini, pihak kepolisian juga tengah menyelidiki penyebab utama longsor. Dugaan sementara mengarah pada aktivitas eksploitasi tambang yang melebihi batas aman serta minimnya pengawasan teknis di lapangan.
“Kami akan memanggil pihak pengelola tambang untuk dimintai keterangan. Jika ditemukan unsur kelalaian, maka akan ada proses hukum,” tegas Kapolres Cirebon, AKBP Arif Budiman.
Keluarga korban mulai berdatangan ke lokasi dan rumah sakit rujukan untuk proses identifikasi jenazah. Suasana haru menyelimuti ruang tunggu RSUD Arjawinangun, tempat jenazah sementara disemayamkan.







Komentar