Trump Dorong Perluasan Perdamaian Timur Tengah Pasca Gencatan Senjata Gaza

Jakarta, Nusaflow – Presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyampaikan rasa gembiranya atas tercapainya gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Gaza. Trump menyatakan bahwa langkah ini merupakan peluang penting untuk memastikan Gaza bebas dari terorisme sekaligus memperluas perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Melalui platform Truth Social, Trump menyebut gencatan senjata ini sebagai momen bersejarah yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas Perjanjian Abraham (Abraham Accords). Perjanjian ini sebelumnya menormalisasi hubungan diplomatik Israel dengan Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Maroko selama masa jabatan pertama Trump.

“Kami akan terus bekerja sama dengan Israel dan sekutu kami untuk memastikan Gaza tidak lagi menjadi tempat perlindungan bagi teroris. Gencatan senjata ini memberikan momentum untuk memperluas Perjanjian Abraham yang bersejarah,” tulis Trump, Kamis (16/1/2025).

Trump juga menekankan bahwa prioritas pemerintahannya adalah membebaskan para sandera Israel dan Amerika yang masih berada di Gaza. Ia mengklaim, kesuksesan dalam negosiasi ini menunjukkan pendekatan tegasnya dalam memastikan keselamatan warga AS dan sekutu.

Normalisasi dengan Arab Saudi
Trump menambahkan bahwa pemerintahannya akan mendorong upaya normalisasi hubungan antara Israel dan Arab Saudi, yang sebelumnya tertunda akibat konflik di Gaza. Namun, Arab Saudi telah menegaskan bahwa normalisasi hubungan dengan Israel hanya akan terjadi jika ada komitmen nyata terhadap solusi dua negara yang menjamin berdirinya negara Palestina.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, menegaskan bahwa stabilitas kawasan hanya dapat dicapai melalui penyelesaian konflik Palestina-Israel. “Normalisasi dan stabilitas sejati hanya akan terwujud dengan memberikan Palestina sebuah negara,” ujarnya.

Sumber dari kalangan diplomatik menyebut beberapa negara Arab kini menunggu langkah Trump dalam menghidupkan kembali upaya normalisasi. Trump disebut memiliki pengaruh besar terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk melanjutkan negosiasi perdamaian yang lebih luas di kawasan.

Dengan terpilihnya Trump kembali ke Gedung Putih, dunia memantau apakah pendekatan “Perdamaian Melalui Kekuatan” yang diusungnya akan membawa perubahan signifikan di Timur Tengah.

Komentar