Nusaflow – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Venezuela tidak akan menggelar pemilu baru dalam waktu 30 hari ke depan. Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam wawancara dengan NBC News pada Senin (5/1), menyusul operasi militer Amerika Serikat yang diklaim telah menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.
“Kita harus memperbaiki negara itu terlebih dahulu. Anda tidak bisa mengadakan pemilu. Tidak mungkin rakyat bisa memberikan suara,” ujar Trump. Ia menambahkan bahwa kondisi Venezuela saat ini tidak memungkinkan terselenggaranya pemilihan umum yang bebas dan adil.
Trump menegaskan bahwa proses pemulihan Venezuela akan membutuhkan waktu. Menurutnya, prioritas utama adalah menstabilkan kondisi negara sebelum membicarakan agenda politik seperti pemilu. “Ini akan membutuhkan waktu. Kita harus memulihkan kesehatan negara itu,” katanya.
Dalam wawancara yang sama, Trump mengklaim bahwa aksi militer AS pada Sabtu (3/1) berhasil menangkap Nicolas Maduro beserta istrinya. Ia juga menyatakan Amerika Serikat akan menegakkan kendali sementara atas Venezuela, termasuk dengan pengerahan pasukan militer jika diperlukan.
Meski demikian, Trump menolak anggapan bahwa Amerika Serikat sedang berperang dengan Venezuela sebagai negara. Ia menegaskan bahwa operasi tersebut menargetkan kelompok tertentu yang dinilainya sebagai ancaman.
“Tidak. Kita sedang berperang dengan orang-orang yang menjual narkoba. Kita sedang berperang dengan orang-orang yang mengosongkan penjara mereka ke negara kita dan mengosongkan pecandu narkoba mereka serta lembaga kesehatan mental mereka ke negara kita,” tegas Trump.
Selain isu keamanan, Trump juga menyinggung rencana pemulihan ekonomi Venezuela, khususnya di sektor energi. Ia mengatakan Amerika Serikat dapat membantu mensubsidi perusahaan-perusahaan minyak untuk membangun kembali infrastruktur energi Venezuela yang rusak.
Menurut Trump, proses pemulihan tersebut diperkirakan dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 18 bulan. Ia menyebut pendanaan awal akan ditanggung oleh perusahaan minyak, yang nantinya akan memperoleh penggantian melalui mekanisme tertentu.
“Saya pikir kita bisa melakukannya dalam waktu kurang dari itu, tetapi akan membutuhkan banyak uang. Sejumlah besar uang harus dikeluarkan, dan perusahaan minyak akan membiayainya, kemudian mereka akan mendapatkan penggantian dari kita atau melalui pendapatan,” jelas Trump.
Pernyataan Trump ini berpotensi memicu reaksi keras dari komunitas internasional, mengingat implikasinya terhadap kedaulatan Venezuela, stabilitas kawasan Amerika Latin, serta dinamika geopolitik global.







Komentar