Nusaflow – Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi paling besar dalam sejarah sepak bola dunia dengan jumlah peserta yang meningkat dari 32 menjadi 48 tim. FIFA meyakini bahwa perubahan format ini bukan sekadar ekspansi, tetapi bagian dari misi global untuk memperluas jangkauan sepak bola ke lebih banyak negara dan menghadirkan pengalaman yang lebih inklusif bagi penggemar di seluruh dunia.
Jill Ellis, selaku Chief Football Officer FIFA, melihat bahwa kekuatan terbesar Piala Dunia selalu terletak pada kemampuannya menyatukan dan menarik perhatian berbagai kalangan. Menurut Ellis, format baru membuka ruang lebih luas bagi negara-negara yang sebelumnya belum pernah lolos, sekaligus memberi peluang bagi talenta-talenta lokal dari berbagai benua untuk tampil di panggung terbesar.
Ia menilai bahwa warisan sebuah turnamen bukan hanya diukur dari angka penonton televisi atau data statistik teknis, tetapi dari seberapa besar dampaknya terhadap masyarakat yang sebelumnya tidak begitu mengikuti sepak bola. Melalui eksposur yang lebih luas, FIFA berharap semakin banyak komunitas baru yang mulai tertarik mengenal, menonton, hingga bermain sepak bola.
Ellis optimistis bahwa Piala Dunia 2026 akan mendorong bertambahnya basis penggemar baru, terutama dari generasi muda yang terinspirasi oleh negara mereka yang ikut tampil atau oleh bintang-bintang baru yang bermunculan. Menurutnya, dorongan bagi anak-anak untuk mencoba bermain sepak bola adalah bentuk warisan jangka panjang yang paling berharga.
Dengan harapan tersebut, FIFA menegaskan bahwa Piala Dunia bukan hanya sebuah kompetisi, melainkan investasi besar untuk masa depan olahraga yang paling digemari di dunia ini.






Komentar