Gencatan Senjata AS-Iran 2 Pekan, Trump Pastikan Selat Hormuz Dibuka

Internasional1038 Dilihat

Nusaflow – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran untuk sementara menunjukkan tanda-tanda mereda. Setelah periode eskalasi yang memicu kekhawatiran global, gencatan senjata selama dua pekan resmi diumumkan sebagai langkah awal menuju stabilitas regional.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan langsung keputusan tersebut melalui pernyataan di platform Truth Social. Dalam pernyataannya, Trump mengungkapkan bahwa kesepakatan ini dicapai setelah adanya komunikasi intensif dengan pihak Pakistan.

Menurut Trump, pembicaraan dengan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, serta Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir, menjadi faktor kunci dalam tercapainya kesepakatan tersebut. Pakistan disebut meminta AS menahan rencana serangan militer lebih lanjut terhadap Iran, dengan syarat Iran bersedia membuka kembali jalur strategis Selat Hormuz.

“Berdasarkan pembicaraan dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Marsekal Asim Munir, di mana mereka meminta saya untuk menahan pengiriman angkatan penghancur ke Iran dengan syarat Republik Islam Iran menyetujui pembukaan Selat Hormuz secara menyeluruh, segera, dan aman, maka saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan ke Iran selama dua pekan. Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah,” ujar Trump, Rabu (8/4/2026).

Selain itu, Trump juga menyampaikan bahwa Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi global, akan segera kembali dibuka. Pembukaan selat ini menjadi salah satu poin krusial dalam kesepakatan karena sebelumnya sempat menimbulkan kekhawatiran akan terganggunya pasokan minyak dunia.

Lebih lanjut, Trump menegaskan bahwa keputusan AS untuk menyetujui gencatan senjata didasarkan pada klaim bahwa seluruh tujuan militer telah tercapai dalam operasi terhadap Iran. Meski demikian, belum ada konfirmasi rinci mengenai capaian tersebut maupun respons resmi dari pihak Iran terkait kesepakatan ini.

Para pengamat menilai, gencatan senjata ini berpotensi menjadi momentum penting untuk meredakan konflik yang lebih luas di Timur Tengah. Namun, situasi masih dinilai rapuh, mengingat sejarah panjang ketegangan antara AS, Israel, dan Iran yang kerap kembali memanas dalam waktu singkat.

Komunitas internasional kini menaruh perhatian pada implementasi kesepakatan tersebut, terutama terkait pembukaan Selat Hormuz dan komitmen semua pihak untuk menahan diri. Jika berhasil dijalankan dengan baik, langkah ini dapat menjadi pintu masuk bagi dialog yang lebih konstruktif di kawasan.

Komentar