Presiden Prabowo Ungkap Temuan Tanah Jarang Bernilai Ratusan Triliun di Bangka Belitung

Nasional, Politik134 Dilihat

Bangka Belitung, Nusaflow Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengumumkan temuan penting di sektor pertambangan nasional. Ia mengungkapkan adanya kandungan tanah jarang (rare earth) jenis monasit bernilai ratusan triliun rupiah di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Material strategis tersebut ditemukan di sejumlah lokasi pertambangan ilegal yang baru-baru ini disita negara melalui penegakan hukum lintas instansi.

Dalam keterangannya, Presiden menyebutkan bahwa enam unit smelter ilegal menjadi sumber temuan material berharga itu. Seluruh aset kini telah resmi diserahkan kepada PT Timah Tbk, sebagai BUMN pengelola sumber daya mineral, untuk dikelola secara sah dan berkelanjutan.

“Tanah jarang yang belum diurai mungkin nilainya lebih besar, sangat besar. Tanah jarang itu mengandung monasit, dan satu ton monasit bisa bernilai ratusan ribu dolar, bahkan sampai 200.000 dolar AS,” ujar Presiden Prabowo saat meninjau lokasi di Bangka Belitung, Selasa (7/10/2025).

Potensi Strategis Tanah Jarang untuk Ketahanan Industri Nasional

Tanah jarang atau rare earth element (REE) merupakan kelompok mineral strategis yang menjadi bahan baku penting dalam berbagai teknologi modern, mulai dari chip semikonduktor, turbin angin, hingga baterai kendaraan listrik.

Keberadaan mineral ini menjadi sangat krusial di tengah transisi global menuju energi hijau dan industri berbasis teknologi tinggi.

Dengan nilai ekonomi yang fantastis, Presiden Prabowo menilai temuan tersebut dapat menjadi “game changer” bagi penguatan kemandirian ekonomi dan industri strategis nasional.

“Kita harus kelola dengan bijak. Nilai ekonominya sangat besar, tapi tanggung jawabnya juga besar. Ini kekayaan negara yang harus kita jaga bersama,” tegas Presiden.

Pengelolaan Sah oleh Negara

Pemerintah menegaskan bahwa seluruh temuan tanah jarang tersebut akan dikelola sepenuhnya oleh negara melalui mekanisme hukum yang sah. Penyerahan pengelolaan kepada PT Timah Tbk menjadi langkah strategis agar potensi ini bisa memberikan manfaat langsung bagi rakyat dan pembangunan nasional.

Langkah ini juga merupakan bagian dari komitmen Presiden Prabowo dalam memperkuat pengawasan terhadap aktivitas pertambangan ilegal yang selama ini merugikan negara.

“Kita ingin pastikan seluruh sumber daya alam bernilai tinggi seperti ini dikelola untuk kepentingan bangsa, bukan kelompok tertentu,” tandasnya.

Nilai Ekonomi Fantastis

Menurut perhitungan awal, satu ton monasit dapat bernilai hingga 200.000 dolar AS atau sekitar Rp3,2 miliar (kurs Rp16.000). Dengan jumlah kandungan yang diperkirakan mencapai ratusan ribu ton, potensi nilai ekonominya bisa mencapai ratusan triliun rupiah.

Temuan ini menjadi kabar baik bagi perekonomian nasional, terutama dalam upaya diversifikasi sumber pendapatan negara di luar sektor migas dan batu bara.

Arah Kebijakan ke Depan

Pemerintah juga berencana mendorong riset dan investasi hilirisasi tanah jarang agar Indonesia tidak hanya menjadi pengekspor bahan mentah, tetapi mampu memproduksi komponen bernilai tambah tinggi.

Melalui kerja sama lintas kementerian, industri, dan lembaga riset, diharapkan Indonesia dapat masuk dalam rantai pasok global untuk produk-produk berbasis mineral langka ini.

“Kita ingin Indonesia menjadi pemain utama, bukan sekadar pemasok bahan mentah. Hilirisasi adalah kunci,” ujar Presiden Prabowo.

Komentar