IHSG Dibuka “Merosot” ke Level 6.000-an, Rupiah Tembus 16.200

Jakarta, Nusaflow – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada awal perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (19 Desember 2024). Mata uang rupiah juga mengalami pelemahan di pasar spot pagi ini. Berdasarkan data RTI, hingga pukul 09.12 WIB, IHSG berada di posisi 6.999,03, turun 108,84 poin (1,53 persen) dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level 7.107,87. Sebanyak 82 saham tercatat berada di zona hijau, 372 saham di zona merah, dan 134 saham stagnan. Nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 1,93 triliun dengan volume perdagangan sebesar 2,47 miliar saham.

Direktur Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, efek window dressing semakin tidak terasa. Pasalnya, di tengah penurunan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed, pasar saham justru turun tajam.

The Fed mengindikasikan langkah yang lebih longgar dan berhati-hati terkait kebijakan suku bunganya usai memangkas satu persen dari puncaknya. Dari dalam negeri, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga BI-rate di level 6 persen. “Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance di level 7.100–7.220,” kata dia dalam analisisnya, Kamis (19/12/2024).

Sementara itu, analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova mengatakan, IHSG ditutup di bawah support Fibonacci 7.112 pada perdagangan Rabu. Hal ini mengindikasikan adanya kemungkinan untuk menguji kembali support fraktal 7.041 atau bahkan melanjutkan tren turunnya menuju 6.985 jika terjadi penembusan di bawah level tersebut. “Level support IHSG berada di 7.041, 6.958, dan 6.875, sementara level resistennya di 7.216, 7.263, 7.297, dan 7.345. Indikator MACD menunjukkan sinyal death cross,” terang dia. Kemudian, bursa kawasan Asia bergerak bervariasi, dengan Strait Times turun 0,25 persen (9,32 poin) di level 3.770,30, Shanghai Composite turun 0,42 persen (14,36 poin) di level 3.367,85. Sementara, Nikkei 225 turun 1,14 persen (444,5 poin) ke level 38.676, dan Hang Seng turun 0,91 persen (180,55 poin) ke level 19.684.

Rupiah

Adapun nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pagi ini melemah. Melansir data Bloomberg, pukul 09.36 WIB rupiah berada pada level Rp 16.250 per dollar AS atau melemah 152,5 poin (0,95 persen) dibanding penutupan kemarin Rp 16.097.5 per dollar AS. Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra mengatakan, setelah keputusan The Fed dini hari tadi, indeks dollar melejit ke area 108,25 dan pagi ini di kisaran 108,10. Sedikit catatan, pagi kemarin yang masih di kisaran 106,92. Menurut dia, keputusan The Fed memangkas suku bunga 25 bps talah sesuai dengan perkiraan sebelumnya. Tak hanya itu, pelaku pasar juga menangkap pesan The Fed yang seolah ingin menahan suku bunga dalam waktu lama setelah tahun ini. Di sisi lain, data-data ekonomi AS yang cukup positif belakangan ini ditambah data inflasi menunjukkan kondisi inflasi yang sulit turun mendorong The Fed mengeluarkan pernyataan yang memberikan sinyal penundaan pemangkasan. “Dollar AS pun bergerak menguat. Rupiah bisa bergerak melemah lagi terhadap dollar AS ke arah 16.100-16.150 hari ini, dengan potensi support di kisaran 16.050,” tutur dia.

 

Komentar