Mensos Siapkan Santunan Rp15 Juta dan Jaminan Hidup untuk Korban Banjir Aceh, Sumut, dan Sumbar

Peristiwa, Politik537 Dilihat

Jakarta, Nusaflow – Pemerintah menyiapkan sejumlah program bantuan untuk mempercepat proses rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf dalam keterangan resminya.

Mensos menyebutkan, salah satu bentuk bantuan utama yang disalurkan pemerintah adalah santunan bagi korban bencana. Untuk korban meninggal dunia, pemerintah memberikan santunan sebesar Rp15 juta kepada ahli waris. Sementara korban yang mengalami luka berat akan menerima bantuan senilai Rp5 juta.

Selain santunan, pemerintah juga mengusulkan pemberian jaminan hidup sementara bagi keluarga terdampak yang tinggal di hunian sementara (huntara) maupun hunian tetap (huntap). Bantuan tersebut berupa uang tunai sebesar Rp10.000 per orang per hari selama tiga bulan. Namun, besaran bantuan ini masih akan dievaluasi.

“Terkait indeks jaminan hidup tersebut, kami sudah melaporkannya kepada Menko PMK Pratikno untuk mendapatkan arahan apakah masih relevan atau perlu dilakukan penyesuaian,” ujar Saifullah Yusuf, menyadur ANTARA.

Tak hanya itu, keluarga korban bencana juga akan mendapatkan bantuan perlengkapan rumah tangga setelah masa jaminan hidup berakhir. Bantuan senilai Rp3 juta tersebut mencakup kebutuhan dasar seperti peralatan dapur, kursi, dan meja. Saat ini, indeks bantuan masih menggunakan standar tahun 2020.

Pemerintah juga menyiapkan program pemberdayaan ekonomi sebagai tahap awal pemulihan pascabencana. Setiap keluarga terdampak akan menerima bantuan sebesar Rp5 juta untuk mendukung pemulihan usaha dan ekonomi rumah tangga.

Di sisi lain, Kementerian Sosial terus mengoperasikan dapur umum guna memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak. Saat ini, terdapat 39 dapur umum yang tersebar di tiga provinsi dengan total produksi lebih dari 400 ribu porsi makanan setiap harinya.

“Di Aceh Tamiang, misalnya, sebelumnya hanya ada dua dapur umum. Kini diusulkan penambahan dapur umum di setiap kecamatan agar kebutuhan warga bisa terpenuhi secara optimal,” jelas Mensos.

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendampingi masyarakat terdampak bencana, baik dalam fase tanggap darurat, rehabilitasi, hingga rekonstruksi jangka panjang.

Komentar