BNPB: 780 Meninggal, 564 Hilang dalam Banjir dan Longsor di Sumatra

Peristiwa389 Dilihat

Aceh, Nusaflow – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru terkait bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Hingga Kamis (4/12/2025) pukul 06.45 WIB, jumlah korban terus bertambah signifikan dengan 780 orang meninggal dunia dan 564 warga masih dilaporkan hilang.

Selain itu, BNPB mencatat sedikitnya 2.600 orang mengalami luka-luka, baik akibat tertimpa material longsor, terseret arus banjir, maupun cedera saat evakuasi mandiri. Kondisi ini menjadikan bencana yang melanda Sumatra tersebut sebagai salah satu bencana alam paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir.

Data resmi BNPB menjabarkan penyebaran korban di tiga provinsi terdampak sebagai berikut:

  • Aceh: 277 meninggal, 193 hilang

  • Sumatera Barat: 204 meninggal, 212 hilang

  • Sumatera Utara: 299 meninggal, 159 hilang

Besarnya angka korban hilang menandakan masih banyak kawasan yang belum dapat dijangkau tim penyelamat karena akses yang rusak berat, tertutup material longsor, atau terisolasi akibat jembatan putus.

Tak hanya menelan korban jiwa, bencana ini juga meninggalkan kerusakan besar terhadap infrastruktur dan permukiman warga. BNPB mencatat:

  • 2.400 unit rumah rusak berat–sedang–ringan

  • 74 fasilitas umum terdampak

  • 1 fasilitas kesehatan rusak dan tidak dapat beroperasi optimal

  • 54 fasilitas pendidikan rusak

  • 19 rumah ibadah terdampak

  • 27 jembatan rusak atau putus, yang menyebabkan sejumlah wilayah terisolasi

Kerusakan jembatan menjadi salah satu hambatan terbesar dalam upaya distribusi bantuan dan pencarian korban di wilayah pelosok.

Hingga saat ini, operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) masih dilakukan secara intensif oleh tim gabungan BNPB, Basarnas, TNI–Polri, serta relawan dari berbagai daerah. Prioritas utama adalah membuka akses ke wilayah terdampak, mengevakuasi korban yang masih selamat, serta menyalurkan bantuan logistik ke titik-titik pengungsian.

Kondisi cuaca yang tidak menentu serta ancaman longsor susulan membuat proses pencarian berlangsung menantang dan membutuhkan peralatan berat serta dukungan udara. Pemerintah pusat telah mengerahkan tambahan personel, helikopter, serta alat berat untuk mempercepat penanganan darurat.

Komentar