Gubernur Aceh Perpanjang Status Tanggap Darurat Hingga 25 Desember

Peristiwa1321 Dilihat

Aceh, Nusaflow – Pemerintah Provinsi Aceh resmi memperpanjang masa tanggap darurat bencana hingga 25 Desember 2025. Keputusan ini diumumkan oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, sebagai respons atas kondisi hidrometeorologi ekstrem yang masih berlangsung dan berdampak luas di berbagai kabupaten/kota.

Sejak akhir November, Aceh menghadapi banjir besar, tanah longsor, hingga rusaknya infrastruktur vital. Ribuan warga mengungsi, sementara akses ke sejumlah wilayah masih terputus karena jembatan dan jalan yang hancur diterjang banjir bandang.

Mualem mengatakan bahwa perpanjangan ini sangat diperlukan agar seluruh proses penanganan darurat dapat dilakukan tanpa hambatan. Status tanggap darurat memberi kewenangan bagi pemerintah daerah untuk memobilisasi sumber daya, mempercepat distribusi logistik, serta mengambil langkah-langkah cepat dalam evakuasi dan pemulihan akses.

“Dengan perpanjangan status ini, kita ingin memastikan bahwa bantuan dapat terus disalurkan dan upaya pemulihan tidak terhenti. Situasi di lapangan masih dinamis dan membutuhkan koordinasi intensif,” ujar Mualem.

Di berbagai wilayah terdampak, tim SAR gabungan bersama TNI, Polri, BPBD, hingga relawan terus melakukan penyisiran dan pencarian korban. Sementara itu, sejumlah alat berat dikerahkan untuk membuka jalur yang tertimbun longsor dan memperbaiki ruas jalan yang terputus.

Pemerintah pusat melalui berbagai kementerian juga terus memberikan dukungan. Bantuan berupa logistik, peralatan komunikasi, tenda pengungsian, hingga dukungan kesehatan telah dikirimkan ke berbagai titik terdampak bencana.

Perpanjangan masa tanggap darurat ini diharapkan memberikan ruang lebih luas bagi pemerintah dan tim penanganan bencana untuk bekerja optimal hingga situasi kembali stabil.

Komentar