Viral Siswi SDN 150 Palembang Bermata Bengkak, Dinas Pendidikan: Tidak Ada Kekerasan Ditemukan

Peristiwa478 Dilihat

Palembang, Nusaflow  – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang akhirnya buka suara terkait viralnya video seorang siswi SD Negeri 150 Palembang bernama Fathia, yang matanya tampak bengkak dan merah setelah pulang sekolah. Video tersebut ramai di media sosial dan memicu dugaan adanya tindak kekerasan di lingkungan sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Afan Prapanca, bersama Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, langsung turun tangan menindaklanjuti kabar tersebut. Keduanya mengunjungi rumah Fathia di kawasan Sungai Tenang, Gandus, pada Senin pagi (3/11/2025), untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar.

Afan menjelaskan, kunjungan itu dilakukan sebagai langkah klarifikasi awal dan bagian dari pemeriksaan internal untuk menelusuri kemungkinan adanya tindak kekerasan di sekolah.

“Guru dan seluruh siswa di kelas tersebut sudah kami mintai keterangan, dan tidak ada yang melihat atau mengalami kejadian kekerasan ataupun pemukulan seperti yang diduga orang tua murid,” ujar Afan.

Pihaknya menegaskan bahwa sejauh ini tidak ditemukan bukti kekerasan fisik terhadap siswi tersebut. Namun, Dinas Pendidikan dan Pemerintah Kota tetap akan melakukan pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab pasti kondisi mata Fathia.

“Hasil pemeriksaan nanti akan dilakukan oleh Rumah Sakit Bari Palembang, dan kami akan sampaikan ke publik setelah mendapatkan laporan resmi,” tambahnya.

Pemeriksaan Medis untuk Pastikan Penyebab

Pemerintah Kota Palembang menegaskan bahwa hasil pemeriksaan medis akan menjadi dasar utama dalam memberikan penjelasan kepada publik. Dinas Pendidikan juga mengimbau agar masyarakat tidak berspekulasi atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Mohon bersabar, nanti akan diinformasikan lagi setelah ada hasil medis resmi,” kata Afan.

Sementara itu, Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, juga melakukan kunjungan ke SDN 150 Gandus untuk mengecek langsung situasi sekolah. Ia menemui guru yang mengajar pada hari kejadian dan menanyakan kronologi aktivitas di kelas.

Guru tersebut mengaku tidak mengetahui adanya insiden terhadap Fathia. Padahal, posisi duduk Fathia berada di barisan depan kelas.

Beberapa guru menduga bahwa kondisi mata bengkak Fathia mungkin disebabkan faktor lain, seperti terlalu lama menatap layar ponsel atau iritasi ringan.

Kini, pihak sekolah menjadi sorotan publik, sementara pemerintah daerah berkomitmen untuk menuntaskan pemeriksaan dengan pendekatan medis dan investigasi menyeluruh.

Komentar