Pontianak, Nusaflow – Usai mencatatkan kemenangan meyakinkan di laga perdana, Bandung bjb Tandamata enggan terbuai euforia. Tim asuhan Risco Herlambang kini langsung mengalihkan radar fokus mereka ke laga krusial melawan Jakarta Popsivo Polwan dalam lanjutan Proliga 2026 seri Pontianak, Minggu (11/01/26).
Laga yang akan digelar di GOR Terpadu Ahmad Yani ini bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan duel penentuan untuk menyegel status “Penguasa Klasemen Putri” di seri pembuka.
1. Peta Persaingan: Skenario Menuju Puncak Klasemen
Saat ini, Bandung bjb Tandamata bertengger di posisi ketiga dengan koleksi 3 poin. Mereka hanya terpaut rasio poin dari Phonska Plus Pupuk Indonesia yang berada di puncak klasemen setelah menang telak atas Medan Falcons.
Dengan posisi Popsivo di urutan kedua, pemenang dari laga bjb vs Popsivo dipastikan akan menutup seri Pontianak sebagai pemimpin klasemen sementara kelompok putri.
2. Evaluasi Manajerial: Komunikasi Adalah Kunci
Manajer Bandung bjb, Drs. Asep Sukmana, M. Si, menyatakan kepuasannya atas kemenangan 3-0 melawan Jakarta Livin Mandiri sebelumnya. Namun, ia menekankan bahwa masih ada celah yang harus segera ditutup sebelum menghadapi tim sekelas Popsivo.
“Tim pelatih tahu persis strategi di lapangan, tetapi komunikasi harus diperbaiki. Harus ada yang bersuara saat mengambil atau melepas bola agar tidak terlalu mengandalkan satu pemain,” tegas Asep.
Asep juga menyoroti keberhasilan kolaborasi antara pemain muda, senior, dan legiun asing yang menurutnya kian solid dan fleksibel sesuai kebutuhan taktik di lapangan.
3. Taktik Risco Herlambang: Menekan Sejak Awal Service
Pelatih Kepala, Risco Herlambang, menyadari bahwa Popsivo memiliki “senjata mematikan” dalam diri duo pemain asal Republik Dominika, Yonkaira Pena dan Bethania de la Cruz-Mejía.
Untuk meredam mereka, Risco telah menyiapkan instruksi khusus:
-
Service Menekan: Mematikan aliran serangan Popsivo sejak awal agar permainan mereka tidak berkembang.
-
Waspadai Middle Block: Memperkuat pertahanan di area net untuk membendung serangan cepat lawan.
-
Kolektivitas Tim: Memastikan tim tidak hanya bergantung pada Sonaly Cidrao dan Anastasia Guerra, tetapi juga memaksimalkan peran pemain lokal.
“Saya sangat yakin kita bisa menang jika bermain seperti saat melawan Livin. Kuncinya adalah komunikasi di lini belakang dan kepercayaan diri yang tinggi,” ungkap Risco optimistis.
4. Chemistry Pemain: Belajar dari Kegagalan Musim Lalu
Pemain muda yang tengah naik daun, Calista Maya, menegaskan bahwa chemistry tim saat ini sudah terbangun kuat. Namun, ia memberikan catatan penting mengenai konsistensi performa agar tidak mengulangi kegagalan menembus Final Four seperti musim 2025.
“Walaupun kami menang atas Livin, tetap ada evaluasi. Kami harus lebih kompak dan fokus agar tidak terjadi inkonsistensi performa. Saya berharap bisa kembali membayar kepercayaan tim pelatih di lapangan,” pungkas Calista.







Komentar