Aceh, Nusaflow – Sebanyak 16 kabupaten/kota di Provinsi Aceh dilanda banjir besar sejak 18 November 2025 pukul 07.00 WIB hingga 27 November 2025 pukul 16.00 WIB. Bencana hidrometeorologi ini menjangkiti wilayah luas dan menyebabkan dampak signifikan bagi masyarakat.
Daerah terdampak meliputi Pidie, Aceh Besar, Pidie Jaya, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Aceh Barat, Subulussalam, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Timur, Langsa, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Singkil, Aceh Utara, dan Aceh Selatan.
Berdasarkan data resmi BPBD Aceh, total 33.817 KK atau 119.988 jiwa terdampak banjir, sementara 6.998 KK atau 20.759 jiwa terpaksa mengungsi ke pos-pos evakuasi yang telah disiapkan.
Pengungsian tersebar di berbagai titik aman, seperti masjid, gedung serbaguna, sekolah, hingga tenda darurat pemerintah. Banyak warga melaporkan rumah terendam hingga setinggi pinggang orang dewasa, dan sebagian wilayah mengalami pemadaman listrik.
BPBD Aceh menyebutkan bahwa bencana ini merupakan dampak gabungan dari:
-
Curah hujan ekstrem yang terjadi hampir tanpa jeda selama beberapa hari,
-
Angin kencang yang menyebabkan luapan sungai dan kerusakan infrastruktur,
-
Kondisi geologi labil, yang memicu tanah bergerak dan longsor di sejumlah titik.
Kombinasi faktor ini membuat debit air sungai meningkat drastis serta mempercepat terjadinya genangan di wilayah pemukiman, perkebunan, hingga jalan utama. Respons Pemerintah dan Tim Penanganan
Tim BPBD, TNI, Polri, dan relawan gabungan telah dikerahkan untuk:
-
mengevakuasi warga terdampak,
-
membangun dapur umum dan pos kesehatan,
-
menyalurkan logistik seperti makanan siap saji, selimut, tikar, dan air bersih,
-
serta memetakan potensi bencana susulan di wilayah rawan longsor.
Pemerintah provinsi meminta warga tetap waspada mengingat prakiraan cuaca dari BMKG menunjukkan hujan masih berpotensi mengguyur beberapa wilayah Aceh dalam beberapa hari ke depan.













Komentar