Kuala Lumpur, Nusaflow — Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) resmi mengungkap bukti pemalsuan dokumen yang dilakukan dalam proses naturalisasi sejumlah pemain Timnas Malaysia. Dugaan manipulasi data ini menyeret Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) karena diduga menyerahkan dokumen tidak konsisten terkait asal-usul pemain.
Dalam laporan resmi yang dirilis oleh Wakil Ketua Komite Disiplin FIFA, Jorge Palacio, seperti dikutip dari The Star pada Selasa (7/10/2025), FIFA menemukan sejumlah kejanggalan antara dokumen yang diserahkan oleh FAM dengan arsip akta kelahiran asli dari para pemain yang bersangkutan.
“Komite ingin menekankan bahwa akta kelahiran asli menunjukkan kontras yang tajam dengan dokumentasi yang diberikan,” ujar Palacio dalam laporannya.
Palacio menjelaskan, perbedaan data tersebut bukan sekadar kesalahan administratif, tetapi mengindikasikan adanya pemalsuan dokumen resmi untuk memenuhi syarat kelayakan pemain dalam proses naturalisasi.
Sebagai contoh, Hector Hevel, gelandang yang sempat memperkuat klub di Liga Malaysia, diklaim memiliki garis keturunan Malaysia karena disebutkan kakeknya lahir di Melaka. Namun hasil penyelidikan FIFA menunjukkan bahwa kakek Hevel aslinya lahir di Den Haag, Belanda, sehingga tidak memiliki hubungan genealogis dengan Malaysia.
Kasus serupa juga ditemukan pada Jon Irazabal, pemain bertahan yang diklaim memiliki kakek berasal dari Kuching, Serawak. Dalam dokumen resmi yang diverifikasi FIFA, ternyata kakek Irazabal berasal dari Villa de Guernica, Viscaya, Spanyol.
Temuan ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai prosedur naturalisasi pemain asing di Malaysia serta mekanisme verifikasi dokumen oleh FAM. FIFA menilai, tindakan tersebut tidak hanya melanggar kode etik disiplin internasional, tetapi juga mencoreng integritas kompetisi di kawasan Asia Tenggara.
Sumber internal FIFA menyebutkan, komite disiplin tengah menyiapkan serangkaian sanksi administratif dan sportivitas, termasuk potensi larangan bermain untuk pemain yang terlibat, denda untuk FAM, hingga pembatasan pendaftaran pemain naturalisasi baru.
Langkah investigasi ini juga menjadi peringatan bagi federasi sepak bola nasional di seluruh dunia agar menjunjung tinggi kejujuran dan akurasi data dalam setiap proses administrasi pemain.
Jika terbukti bersalah, FAM terancam hukuman berat dari FIFA, yang bisa berdampak langsung terhadap keikutsertaan Timnas Malaysia dalam ajang internasional, termasuk Kualifikasi Piala Dunia 2026 dan Piala Asia mendatang.











Komentar