Atap Kelas SMKN 1 Cileungsi Roboh, Mendikdasmen Siapkan Rp2 Miliar untuk Perbaikan

Pendidikan155 Dilihat

Kab.Bogor, Nusaflow – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, didampingi Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Purwanto, meninjau langsung SMKN 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor, pada Kamis (11/9/2025).

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari peristiwa robohnya atap empat ruang kelas Gedung C SMKN 1 Cileungsi pada Selasa (9/9/2025) pukul 09.15 WIB, saat proses belajar mengajar dan kegiatan sosialisasi sertifikasi kerja siswa kelas XII tengah berlangsung.

Akibat kejadian tersebut, 31 siswa dan dua guru mengalami luka-luka karena tertimpa bangunan. Sebagian korban sudah pulang, sementara beberapa lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit terdekat.

Anggaran Rp2 Miliar untuk Perbaikan Sekolah

Dalam kunjungannya, Abdul Mu’ti memastikan bahwa pemerintah akan segera memperbaiki fasilitas sekolah yang rusak. Kementerian mengalokasikan anggaran sebesar Rp2 miliar untuk perbaikan bangunan melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan, bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) bidang pendidikan.

“Semua sudah terjadi dan nanti akan diperbaiki. Sudah ada alokasi anggaran tahun 2025. Setelah ini, akan ada tindak lanjut dari Direktur SMK yang langsung berkoordinasi dengan Kepala Sekolah,” jelas Mendikdasmen.

Tambahan Ruang Kelas Baru

Kadisdik Jabar, Purwanto, menambahkan bahwa Pemprov Jabar sebelumnya sudah menyiapkan bantuan pembangunan enam ruang kelas baru (RKB) untuk SMKN 1 Cileungsi. Pembangunan tambahan ruang kelas sejenis juga akan dilakukan melalui skema kerja sama antara Pemprov Jabar dan Kementerian Pendidikan.

“Kelas sejenis akan direhab bekerja sama dengan kementerian secara sharing. Sebelumnya, kita juga sudah anggarkan enam RKB dan masih dalam pembangunan,” ujarnya.

Seluruh proses pembangunan dilakukan secara swakelola dan ditargetkan rampung pada pertengahan Desember 2025.

Untuk mengantisipasi insiden serupa, Kadisdik menegaskan pihaknya akan melakukan peninjauan terhadap sekolah-sekolah yang bangunannya sudah mulai rapuh.

Pendampingan untuk Korban

Setelah meninjau sekolah, Mendikdasmen menyempatkan diri menjenguk para siswa yang masih dirawat di Radjak Hospital Cileungsi. Selain memberikan santunan, ia juga berkomitmen memberikan dukungan psikososial agar para siswa bisa kembali belajar dengan rasa aman dan nyaman.

“Ini bagian dari perhatian kita. Belajar harus aman dan nyaman, termasuk aman dari bencana non-alam seperti yang terjadi di sini. Semua sudah terjadi, dan akan kita perbaiki,” tegasnya.

Belajar Daring dan Tenda Darurat

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Cileungsi, Meisye Yeti, menjelaskan bahwa pembelajaran dilakukan secara daring sejak Kamis hingga Jumat. Mulai Senin depan, sistem belajar akan berlangsung hybrid, yaitu kombinasi daring dan luring.

Untuk mendukung proses belajar sementara, Kemendikdasmen telah memberikan tiga tenda darurat yang akan difungsikan sebagai ruang kelas tambahan.

“Tiga tenda akan difungsikan untuk pembelajaran. Mudah-mudahan cukup, dan kita juga memanfaatkan masjid sebagai ruang belajar sementara,” pungkasnya.

Komentar