Jakarta, Nusaflow – Pemerintah Indonesia mengumumkan bahwa negosiasi Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) dengan Uni Eropa—yang telah berjalan selama sembilan tahun—ditargetkan selesai pada akhir Juni 2025. Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa pembahasan terakhir sudah mencapai tahap final setelah pertemuan akhir pekan lalu di Brussel bersama Komisioner Perdagangan UE, Maros Sefcovic .
Rincian Kesepakatan:
-
80% ekspor Indonesia ke Uni Eropa akan mendapat bebas tarif (zero tariff).
-
Hambatan non-tarif seperti regulasi ekspor impor akan disederhanakan.
-
Produk unggulan seperti alas kaki, tekstil, minyak sawit, dan hasil laut diprioritaskan untuk akses pasar lebih luas.
Catatan Tambahan:
Negosiator juga membahas aturan terkait konten lokal, industri otomotif, dan mineral kritis. Meski kebijakan Uni Eropa soal deforestasi tidak masuk dalam FTA, UE berjanji memberi perlakuan khusus terhadap Indonesia terkait isu tersebut
Dampak Ekonomi:
Uni Eropa adalah mitra dagang terbesar kelima Indonesia, dengan volume perdagangan mencapai €27,3 miliar pada 2024. Kesepakatan ini diperkirakan dapat meningkatkan ekspor Indonesia hingga lebih dari 50% dalam 3–4 tahun kedepan.
Kesimpulan:
Penutupan akhir negosiasi ini menjadi tonggak penting bagi strategi ekspor Indonesia. Setelah rampung, Indonesia diharapkan mampu memperluas akses pasar EU dan mempererat hubungan ekonomi dengan negara-negara anggota.













Komentar