Indonesia Airlines: Maskapai Baru Milik Pengusaha Aceh yang Siap Mengudara

Nasional4835 Dilihat

Bandung, Nusaflow – Indonesia akan segera menyambut maskapai baru bernama Indonesia Airlines. Maskapai ini akan berkantor pusat di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, dan akan fokus melayani penerbangan internasional.

Kehadiran Indonesia Airlines menimbulkan rasa penasaran masyarakat mengenai siapa pemiliknya. Maskapai ini dimiliki oleh Calypte Holding Pte. Ltd., sebuah perusahaan berbasis di Singapura yang bergerak di sektor energi terbarukan, penerbangan, dan pertanian. Namun, menariknya, pemilik sebenarnya adalah seorang pengusaha asal Aceh, Indonesia. Berikut profil lengkapnya.

Indonesia Airlines Segera Beroperasi

Indonesia Airlines dilaporkan tengah dalam tahap perencanaan bisnis dan studi kelayakan. Dilansir dari CNBC Indonesia, maskapai ini menargetkan melayani 48 tujuan internasional di 30 negara dalam lima tahun pertama.

Mengusung konsep layanan premium, Indonesia Airlines berkomitmen memberikan kenyamanan kelas dunia dengan tetap menjunjung tinggi keselamatan serta keramahtamahan khas Indonesia.

Pada tahap awal operasional, maskapai ini akan mengoperasikan 20 pesawat, terdiri dari:

  • 10 unit pesawat berbadan ramping seperti Airbus A321neo atau A321LR
  • 10 unit pesawat berbadan lebar seperti Airbus A350-900 dan Boeing 787-9

Sosok Pemilik Indonesia Airlines

Pemilik Indonesia Airlines adalah seorang pengusaha asal Aceh bernama Iskandar. Mengutip laporan dari Radio Republik Indonesia (RRI), Iskandar lahir di Bireuen, Aceh pada 7 April 1983.

Sebelum mendirikan Indonesia Airlines, Iskandar memiliki pengalaman di berbagai sektor, di antaranya:

  • Bekerja di Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias pasca-tsunami
  • Berkarier di PLN (2006-2009)
  • Terjun ke dunia perbankan dan asuransi sebelum akhirnya mendirikan Calypte Holding Pte. Ltd. pada 2015

Calypte adalah perusahaan yang mengembangkan proyek energi terbarukan, penerbangan, dan pertanian. Salah satu proyek besarnya adalah pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 2.500 megawatt di Riau.

Sebagai bagian dari Calypte Holding, PT Indonesia Airlines Group didirikan untuk mengoperasikan maskapai ini. Meski dimiliki oleh anak bangsa, Indonesia Airlines memilih berkantor pusat di Singapura.

“Kami mempersembahkan maskapai penerbangan komersial berjadwal dengan layanan premium di bawah merek INDONESIA AIRLINES (INA),” ujar Iskandar dalam keterangan resminya pada Jumat (7/3), seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Komitmen Layanan Premium

CEO Indonesia Airlines, Iskandar, menegaskan bahwa layanan kelas premium tidak hanya akan dinikmati oleh pengguna jet pribadi, tetapi juga oleh masyarakat umum melalui maskapai ini.

“Indonesia Airlines akan berbasis di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, dan hanya akan fokus pada penerbangan internasional,” tuturnya.

Untuk memastikan standar layanan dan operasional yang tinggi, Indonesia Airlines akan merekrut tenaga kerja berpengalaman dari berbagai maskapai besar dunia, antara lain:

  • Direktur Operasional: Mantan bos Singapore Airlines dengan pengalaman lebih dari 40 tahun, serta salah satu pilot pertama yang menerbangkan Airbus A380.
  • Direktur Komersial: Berpengalaman lebih dari 21 tahun di berbagai maskapai besar seperti Emirates dan Asiana Airlines.
  • Kepala Operasi Penerbangan: Pilot terbaik Indonesia yang saat ini bekerja di maskapai asing.
  • Direktur Produk dan Layanan: Sosok berpengalaman dari Brunei Darussalam yang pernah bekerja di Royal Brunei dan Emirates selama 25 tahun.

Dengan strategi dan tim yang kuat, Indonesia Airlines diharapkan menjadi maskapai yang mampu bersaing di pasar internasional sekaligus memperkenalkan keramahan Indonesia ke dunia.


 

Komentar