Lantai Dua Tangsi Belanda Siak Ambruk, 17 Pengunjung Termasuk Siswa SD Luka-luka

Nasional, Peristiwa259 Dilihat

Riau, Nusaflow – Musibah terjadi saat kegiatan wisata edukasi di Bangunan Cagar Budaya Tangsi Belanda, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Riau, pada Sabtu (31/1/2026) pagi. Lantai dua bangunan bersejarah peninggalan kolonial tersebut ambruk secara tiba-tiba, menyebabkan sejumlah pengunjung terjatuh ke lantai dasar.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.45 WIB, ketika rombongan pelajar tengah mengikuti kegiatan edukasi sejarah di dalam gedung. Akibat kejadian tersebut, sebanyak 17 orang dilaporkan mengalami luka-luka.

Korban terdiri atas 15 siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SD IT) Baitul Ridho Kampung Rawang Kao, satu orang guru pendamping, serta seorang pemandu wisata lokal yang saat itu mendampingi rombongan di dalam bangunan.

Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar menjelaskan bahwa rombongan sekolah tersebut tiba di lokasi wisata sekitar pukul 08.49 WIB. Total rombongan berjumlah 55 murid dan 12 guru pendamping.

“Sebelum kejadian, rombongan berkeliling bangunan Tangsi Belanda dengan didampingi pemandu. Selanjutnya mereka naik ke lantai dua untuk melihat bagian dalam bangunan,” kata AKBP Sepuh.

Saat rombongan berada di lantai dua, struktur lantai yang terbuat dari papan kayu tua diduga tidak lagi mampu menopang beban pengunjung yang berkumpul di satu titik. Kondisi material bangunan yang telah lapuk menjadi faktor utama runtuhnya lantai tersebut.

“Lantai dua runtuh sehingga para korban terjatuh dari ketinggian sekitar empat meter dan menghantam lantai dasar,” ujar Kapolres.

Usai kejadian, proses evakuasi dilakukan dengan cepat oleh petugas kepolisian, tim medis, serta warga sekitar. Sebanyak 10 korban yang mengalami luka cukup berat langsung dilarikan ke RSUD Siak untuk mendapatkan perawatan intensif.

Sementara itu, tujuh korban lainnya yang mengalami luka ringan mendapatkan perawatan di Puskesmas Mempura. Hingga saat ini, seluruh korban dilaporkan dalam kondisi sadar dan masih menjalani penanganan medis.

Pihak kepolisian telah memasang garis polisi di lokasi kejadian untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Aparat juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait guna melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi bangunan cagar budaya tersebut, guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.

Komentar